Sabtu, 01 Februari 2014

KEGIATAN PERDANA "PAMERAN KARYA DAN PRESTASI SANTRI"

Rancaekek, 31/1/2014 - Ba'da isya tanggal 31 Januari 2014, Diniyah Takmiliyah al-Ikhlas RW.15 Desa Rancaekek Kencana Kab. Bandung,  memulai sebuah kegiatan perdananya yang bertajuk "Pameran Karya dan Prestasi Santri". Kegiatan ini bertujuan untuk memacu kreativitas dan prestasi dari para santri. Setiap karya dan prestasi santri sekecil apapun yang baik, berhak untuk ditampilkan dan dihargai pada acara ini. Selain itu, kegiatan ini juga dapat dijadikan sebagai tempat mencari ide dan inspirasi bagi para audien yang menonton. Sehingga hasil dari kegiatan ini diharapkan tumbuh jiwa-jiwa kreatif dan karya-karya juga prestasi-prestasi dari para santri yang nantinya diarahkan oleh guru agar karya dan prestasi tersebut digunakan di jalan ALLOH.

Santri yang tampil tidak sekaligus semuanya, tapi bergiliran per kelas setiap 4 minggu sekali pada hari jum'at. Kelas yang berkesempatan tampil pada hari jum'at ini adalah kelas 6 Awaliyah yang dibimbing oleh ibu Nurhayati, S.Pd.I.

Acara Pameran Karya dan Prestasi Santri yang pertama ini dipandu oleh Amelia Prameswari dan Milah Karmilah.



Karya pertama yang ditampilkan adalah pembacaan ayat suci al-Qur'an dan terjemahnya oleh Dali dan Devi.


Kemudian karya yang berikutnya adalah tampilan dacil oleh Nur Afit Iskandar.



Setelah itu dilanjutkan dengan tampilan karya drama oleh seluruh santri/santriyah kelas 6 Awaliyah yang bertema tentang Nabi Muhammad saw.

















Kemudian yang berikutnya adalah pembacaan do'a oleh Meira dan Nali.









Setelah semua karya dan prestasi ditampilkan, para santri yang tampil tadi menceritakan bagaimana proses sehingga karya-karya tersebut terlahir, bagaimana latihannya, kerja kerasnya, harus sungguh-sungguhnya, suka dukanya, dsb. Dengan demikian diharapkan para audien yang lain bertambah pengetahuan dan ilmunya, sehingga melahirkan ide atau inspirasi karya dan prestasi lainnya.

Beberapa audien diwawancara tentang inspirasi/ide apa yang didapat setelah menyaksikan tampilan karya dan prestasi santri ini. Beberapa terinspirasi ingin membuat drama seperti itu juga, ada yang terinspirasi  ingin menjadi sutradara, ada yang ingin membuat puisi, dsb.

Di penghujung acara Ibu Nurhayati memberikan komentar, "Kegiatan ide A' Aam ini sangat bagus sekali", ujarnya. Kemudian Ibu Nurhayati memberikan bimbingan kepada para santri agar setiap karya dan prestasi digunakan untuk membela agama ALLOH dan menyarankan kepada semua audien agar mencatat semua ide/inspirasi yang didapat agar tidak lupa. [aam]

Minggu, 26 Januari 2014

Logatan Kitab Futuhul Ghaib - Makalah ke-1

Logatan berbahasa Indonesia dari kitab Futuhul Ghaib Makalah ke-1 karya Syaikh Abdul Qodir al-Jailani. Nara Sumber: Ajengan Aceng Miftah Rahmat, S.Si. tanggal 24 April 2010.

Sabtu, 25 Januari 2014

Matan Jurumiyah

Matan Jurumiyah karya syaikh Shinhaji. Sebuah kitab yang berisi tentang ilmu nahwu. disusun dengan huruf yang besar dan jarak antar baris yang cukup renggang, untuk memudahkan ngelogat bagi pemula.

Selasa, 07 Januari 2014

Lembar Ceklis Pelaksanaan Sholat Fardhu


Lembar untuk mengevaluasi pelaksanaan sholat fardhu selama satu bulan. setiap sholat fardhu terdiri dari empat tingkat kualitas, yaitu:

1. Dilaksanakan
2. Awal Waktu
3. Berjama'ah
4. Di Masjid

Ceklis jika Ya dan silang jika tidak.

disediakan juga kolom paraf orang tua dan ustadz, sebagai pengingat bagi mereka untuk memperhatikan sholat anaknya.

Penanggalan menggunakan sistem Hijriah, untuk memfungsikan penggunaan penanggalan Islam.

Selasa, 24 Desember 2013

Rapot AbdiALLOH ver-2.1


Rapot (Buku Laporan Hasil Pendidikan) AbdiALLOH versi 2.1 ini merupakan pengembangan dari rapot AbdiALLOH ver-1, dimana nama Bidang Studi Ekstra Kulikuler pada versi 1 diganti menjadi Bidang Studi Fisabilillah. Dan karena mulai berbasis Tauhid-Kehidupan maka rincian program pendidikan, Penilaian individu dan keseharian pun turut dilaporkan pada buku rapot ini agar menjadi perhatian bersama baik guru, orang tua santri, santri dan juga guru kelas selanjutnya (bila berbeda).

Rapot ini tersusun menjadi beberapa bagian utama, yaitu:


1. Nilai Bidang Studi

Nilai Bidang Studi merupakan hasil beraneka macam penilaian yang dihitung dan dikelompokkan ke dalam enam kelompok besar, yaitu: Tauhid, Ibadah, al-Qur'an, as-Sunnah, Alat dan Fisabilillah. Enam kelompok ini sudah cukup mewakili seluruh pelajaran atau proses pendidikan. Format Bidang Studi ini bersifat standar yang baku.

Kolom “Nilai” diisi dengan angka dan huruf dimana nilai terkecil adalah 0 (nol) dan nilai terbesar adalah 100 (seratus) tanpa angka dibelakang koma.

Kolom “Rataan Kelas” merupakan nilai rata-rata per bidang studi dari seluruh peserta didik pada kelas yang bersangkutan. Dari nilai ini kita dapat mengetahui dimana posisi nilai peserta didik dikelasnya.



2. Ibadah Khusus

Seorang hamba ALLOH tidak akan keluar dari syari'at Islam, terutama yang fardhu. Sholat fardhu, menjaga aurat dan menuntut ilmu merupakan beberapa ibadah yang wajib bagi kaum Muslimin/muslimat. Oleh karena itu penilaian ibadah-ibadah ini dikhususkan. Beberapa ibadah utama yang dinilai adalah:
  • Pelaksanaan Sholat Fardhu
  • Kehadiran (Menuntut Ilmu)
  • Menjaga aurat (terutama perempuan)
  • Sholat Berjama'ah di masjid (terutama laki-laki)



3. Rincian Program Pendidikan



Guru bersama peserta didik memiliki kebebasan dalam menyusun program pendidikan pada setiap semesternya dengan catatan semuanya mengarah ke visi pendidikan AbdiALLOH. Masing-masing Bidang Studi dapat diuraikan menjadi kompetensi-kompetensi, kajian-kajian atau pelajaran-pelajaran tertentu. Uraian Bidang Studi ini dinilai dalam bentuk B (Baik), C (Cukup) atau K (Kurang). Terdapat empat kolom isian, yaitu:
  • Kolom “No.” (Nomor Urut) 
Diisi dengan nomor urut pengisian.

  • Kolom “Kompetensi/Kajian/Pelajaran”
Kolom ini dapat diisi dengan Kompetensi jika menggunakan kurukulum berbasis kompetensi. Misalnya “Mampu membaca al-Qur'an” atau “Pemahaman tentang Keutamaan Menuntut Ilmu”; Atau dapat juga diisi dengan Kajian jika menggunakan metode pengajaran berupa kajian-kajian seperti kajian “Tafsir al-Qur'an”, “Kajian Hadits” atau “Kajian Kitab”; Atau dapat pula diisi dengan Pelajaran jika pendidik kurang memahami tentang kompetensi atau kajian. Misalkan pelajaran “Akhlak”, “Aqidah”, dsb.

  • Kolom “Bidang Studi”
Setiap Kompetensi/Kajian/Pelajaran merupakan bagian dari salah satu Bidang Studi, sehingga pada kolom ini dilingkari salah satu kode dari Bidang Studinya. Lihat bagian G tentang Keterangan Kode Bidang Studi.

  • Kolom “Nilai”
Kolom ini merupakan nilai dari masing-masing Kompetensi/Kajian/Pelajaran. Nilai diisi dengan cara melingkari salah satu dari kode nilai tersebut. Lingkari kode “B” jika Baik, kode “C” jika Cukup atau kode “K” jika Kurang.


4. Rincian Program Pendidikan Pilihan/Jurusan/Sorogan

Merupakan tempat isian untuk rincian program pendidikan, namun yang bersifat khusus untuk individu santri tertentu.


5. Keseharian dan Nilai Individu



Setiap individu peserta didik mempunyai kelebihan, kekurangan, keseharian, latar belakang, bakat, dan minatnya masing-masing yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya, sehingga penilaiannya pun tidak dapat disamakan. Cara pengisian nilai disini sama dengan cara pengisian rincian hasil belajar, hanya saja Kompetensi/Kajian/Pelajarannya bersifat individual yang khusus untuk peserta didik yang bersangkutan.

Selain Nilai Khusus peserta didik yang terprogram, ada juga penilaian yang kadang kala spontan, muncul tanpa direncanakan, atau yang berada diluar jangkauan kendali guru. Walaupun penilaian hal ini kebanyakan bersifat subjektif, namun ini sangat penting untuk didokumentasikan agar menjadi perhatian bersama dalam rangka pendidikan. Penilaian-penilaian tersebut diantaranya:
  • Hasil Karya/Prestasi
Kreativitas dan prestasi merupakan nilai yang sangat berharga dan sangat mahal. Tidak hanya bagi peserta didik yang bersangkutan, tapi juga untuk agama, bangsa dan negara. Namun demikian kita seringkali mengabaikan dan menomor berapakan kreativitas dan prestasi ini, sehingga kreativitas dan prestasi peserta didik pun pada akhirnya musnah. Oleh karena itu pada isian ini diisi dengan hasil karya dan prestasi kebaikan dari peserta didik sekecil apapun sebagai bentuk penghargaan.
  • Nilai Tambah yang harus dipertahankan
Nilai tambah diisi dengan kelebihan-kelebihan dari peserta didik. Masudnya agar kelebihan-kelebihan itu terus dipertahankan dan tidak ditinggalkan apalagi sampai dilupakan. Misalnya: “Rajin Bersih-bersih”, “Datang paling awal”, dsb.
  • Nilai Kurangyang harus diperbaiki
Nilai kurang diisi dengan kekurangan-kekurangan dari peserta didik. Diisi agar menjadi perhatian bersama (baik peserta didik, orangtua ataupun guru) sehingga muncul upaya untuk memperbaikinya.
  • Keseharian dan Pergaulan di Sekolah
Sekolah dan pergaulannya sangat besar pengaruhnya terhadap baik/buruknya peserta didik. Sedangkan ini berada diluar kendali guru. Sehingga harus diupayakan adanya kerja sama dengan sekolah-sekolah dalam mendidik para peserta didik.
  • Keseharian dan Pergaulan di rumah
Keluarga dan lingkungan di sekitar rumah pun berpengaruh sangat besar terhadap baik/buruk nya pendidikan peserta didik. Sedangkan hal ini juga berada di luar kendali guru. Oleh karena itu perlu dilaksanakan kerja sama dengan orangtua/wali peserta didik untuk sama-sama mendidik dan menilai. Hasil penilaian ini dapat dijadikan sebagai bahan penyusunan program pendidikan bagi guru.



6. Perengkingan dan Saran


Setiap individu peserta didik mempunyai kelebihan masing-masing yang menonjol dibanding individu lainnya. Misalkan seorang peserta didik ada yang rajin bersih-bersih, sedangkan yang lainnya kurang rajin. Maka peserta didik ini
berkesempatan untuk mendapatkan peringkat pertama dalam bidang rajin bersih-bersih. Disini berarti setiap individu berkesempatan untuk mendapatkan peringkat pertama dalam bidangnya masing-masing.

Sebagai tambahan, untuk memotivasi ibadah peserta didik dapat diberikan syarat tertentu untuk mendapatkan peringkat pertama ini, misalnya, “jika ingin mendapatkan peringkat pertama, syaratnya ketika sholat fardhu tidak main-main” (bagi kelas yang kecil). Atau sholat fardhunya tidak bolong-bolong. Atau dapat juga syarat kehadirannya sekian persen baru bisa mendapatkan peringkat pertama. Dapat disesuaikan dengan kondisi.

***

Beberapa guru, orangtua santri dan santri memberikan respon positif terhadap  rapot dengan model seperti ini. Namun ada juga keluhan, yaitu dari wali kelas, karena banyak sekali yang harus ditulis pada buku rapot ini.

Berikut adalah contoh rapot (Buku Laporan Hasil Pendidikan) AbdiALLOH versi 2.1 yang digunakan oleh Diniyah Takmiliyah Wustho Al-Ikhlas mulai 18 Safar 1435H.

Soal UAS Kelas 1 Wustho DT Al-Ikhlas smt.1 TA.2013/2014



"HAK CIPTA HANYA MILIK ALLOH"
Lisensi Fisabilillah
Bebas digunakan kembali selama berada di jalan ALLOH...