Jumat, 29 Desember 2017

Naskah Khutbah Jum'at "Menyikapi Tahun Baru Masehi"



Link Download pdf

Link Download Source (odt)

Teks:


Naskah Khutbah Jum'at
“Menyikapi Tahun Baru Masehi”

oleh: 'Aam' Hamdani Fajar
(10 Robi'ul Akhir 1439H / 29 Desember 2017)

Khutbah ke-1

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَل لَّهُ عِوَجَا
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ رَسُوْلِ اللهِ ، مُحَمَّدٍ ابْنِ عَبْدِ اللهِ
وَ عَلىَ آلِهِ ، وَصَحْبِهِ ، وَ مَنْ وَا لاَهُ ، أَمَّا بَعْدُ
يَا أَيُّهَا الّذَِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ ، وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
فَ قَلَى اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْعَزِيْزِ الْكَرِيْمِ ،
أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ، بِسْمِ اللهِ الرَحْمَانِ الرَّحِيْمِ
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ، صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمِ

hadirin sidang jum'ah yang dirahmati alloh...//
pertama-tama.. // marilah kita panjatkan puja dan puji kehadirat alloh swt.. // karena berkat taufik dan hidayahnyalah / kita semua bisa berkumpul / di tempat yang mulia ini... ///

tidak lupa sholawat dan salam... / semoga selalu tercurahkan.. / kepada nabi kita / muhammad saw...///
beserta keluarganya... / para sahabatnya... / dan para pengikutnya sampai akhir zaman... ///

kemudian yang selanjutnya... // marilah kita sama-sama tingkatkan ketakwaan kita kepada alloh swt.. //
dengan takwa yang sebenar-benarnya takwa..//
yaitu../ mentaati segala perintah alloh.. // dan menjauhi segala larangannya... //

HADIRIN / SIDANG JUM'AH YANG DIRAHMATI ALLOH...

ADA DUA JENIS PENANGGALAN YANG PALING DIPAKAI OLEH MASYARAKAT DUNIA SAAT INI..// YAITU PENANGGALAN HIJRIYAH DAN PENANGGALAN MASEHI..///

SECARA ILMIAH / PENANGGALAN HIJRIYAH ADALAH PENANGGALAN YANG DIDASARKAN PADA PEREDARAN BULAN TERHADAP BUMI..// SEDANGKAN PENANGGALAN MASEHI ADALAH PENANGGALAN YANG BERDASARKAN PADA PEREDARAN BUMI DAN MATAHARI....// SEHINGGA SECARA ILMIAH DAN KEMASYARAKATAN KITA SAH-SAH SAJA MENGGUNAKAN KEDUA JENIS PENANGGALAN INI..///

NAMUN SAYANGNYA / KALENDER MASEHI YANG KITA GUNAKAN SAAT INI DISUSUPI DAKWAH AGAMA LAIN // PENANGGALAN MASEHI DIBUAT OLEH BANGSA ROMAWI // SEHINGGA NAMA-NAMA BULAN YANG DIGUNAKANNYA ADALAH NAMA-NAMA DEWA ATAU YANG BERHUBUNGAN DENGAN AGAMA MEREKA // CONTOHNYA BULAN MARET BERASAL DARI KATA MARS YANG ARTINYA DEWA PERANG..// DAN LAIN SEBAGAINYA..//

PADA TAHUN 1582 / KALENDER ROMAWI INI DIBAWA OLEH GREGORIAN // SESEORANG YANG BERAGAMA KRISTEN // GREGORIAN MENENTUKAN TAHUN KELAHIRAN YESUS SEBAGAI TAHUN PERTAMA DALAM PENANGGALAN INI.. // SEHINGGA SAMPAI SAAT INI ADA ISTILAH TAHUN MASEHI.. // MASEHI INI MERUJUK KEPADA AL-MASIH ATAU YESUS YANG DITUHANKAN OLEH MEREKA //

SEHINGGA SEBENARNYA AGAK KURANG NYAMAN BAGI KITA UMAT ISLAM DALAM MENGGUNAKAN PENANGGALAN MASEHI INI..// KARENA PENANGGALAN INI MENJADI ERAT HUBUNGANNYA DENGAN DAKWAH AGAMA KRISTEN.. // ALANGKAH BAIKNYA SEANDAINYA KITA MENGGUNAKAN PENANGGALAN ISLAM SAJA.. // NAMUN UNTUK KEPENTINGAN KEMUDAHAN KOMUNIKASI DUNIA / KITA JUGA TERPAKSA HARUS MENGGUNAKAN PENANGGALAN MASEHI INI //

SETIDAKNYA MULAI SAAT INI / DALAM KEIDUPAN SEHARI-HARI / MARI KITA MULAI DENGAN MENGGUNAKAN DUA PENANGGALAN SEKALIGUS.. // PENANGGALAN MASEHI DAN SEKALIGUS PENANGGALAN HIJRIAH.. // AGAR PENANGGALAN HIJRIYAH TIDAK PUNAH..//

DAN YANG MENJADI MASALAH BESAR BAGI KITA / ADALAH TENTANG PERAYAAN TAHUN BARU MASEHI INI.. /// SUNGGUH ANEH // YANG MERAYAKANNYA JUSTRU UMAT ISLAM.. // DAN YANG LEBIH PARAH LAGI / MEREKA MERAYAKANNYA DENGAN HAL-HAL YANG SIA-SIA / BAHKAN DENGAN KEMAKSIATAN.. // MEREKA SAMPAI RELA KESIANGAN SHOLAT SUBUH // MEREKA SAMPAI RELA TIDAK SHOLAT MAGRIB DAN ISYA..// BAHKAN MEREKA MERAYAKANNYA DENGAN BERANEKA MACAM MAKSIAT / DANGDUTAN YANG MENGUNDANG SYAHWAT..// MABUK-MABUKAN.. // BAHKAN DENGAN BERZINA.. // MASYA ALLOH...!! ///


JIKA DULU UMAT ISLAM SAMPAI BERDEMO TENTANG PENISTAAN AGAMA.. // KALI INI JUSTRU UMAT ISLAM SENDIRI YANG MENISTAKAN AGAMANYA.. // LARANGAN ALLOH DIREMEHKAN / DIANGGAP TIDAK PENTING // BUKANKAH ITU PENISTAAN AGAMA..!!?? ///
LEBIH MEMENTINGKAN PERINGATAN TAHUN BARU MASEHI DARIPADA PERINTAH DAN LARANGAN ALLOH.. // ITU ADALAH PENISTAAN AGAMA.. // DAN YANG MEBUAT SEDIH / YANG MENISTAKANNYA JUSTRU UMAT ISLAM SENDIRI..//

DULU ROSULULLOH MEMBELA AGAMA KITA SAMPAI DILEMPARI KOTORAN OLEH ORANG-ORANG KAFIR.. // TAPI SEKARANG JUSTRU KITA SENDIRI YANG MELEMPARI KOTORAN MAKSIAT KE MUKA ROSULULLOH SAW..//

MAKA SAUDARA-SAUDARAKU KAUM MUSLIMIN...//
MARILAH KITA HENTIKAN PERINGATAN TAHUN BARU MASEHI INI DENGAN KEMAKSIATAN DAN PERBUATAN SIA-SIA LAINNYA.. // LEBIH BAIK TIDUR CEPAT SETELAH SHOLAT ISYA // AGAR TIDAK KESIANGAN SHOLAT SUBUHNYA...// DAN JUGA AGAR TIDAK TERBAWA OLEH KESIA-SIAAN DAN MAKSIAT-MASIAT LAINNYA.. //

JIKA TETAP INGIN MEMPERINGATI PERGANTIAN TAHUN / PERINGATILAH DENGAN BERMUHASABAH / DENGAN MENGINGAT AKAN USIA KITA YANG SEMAKIN BERKURANG..// DENGAN MEMBACA AL-QUR'AN ATAU IBADAH-IBADAH LAINNYA.. // WALLOHU 'ALAM BISHOAB..//

بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ ، أَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا ، وَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِى وَ لَكُمْ ، وَ لِكَا فَةِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ ، فَاسْتَغْفِرُوهُ ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ


Khutbah ke-2
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ، وَبِهِ نَسْتَهِيْنُ ، عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَ الدِّيْنِ .
نَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ الْحَكِيْمُ الْمَتِيْنِ ، وَنَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ، اَلَّذِي اَرْسَلْتَهُ لِ الْعَالَمِين .
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ أَشْرَفِ الْمُرْسَلِيْن ، مُحَمَّدٍ ابْنِ عَبْدِ اللهِ ، وَ عَلىَ آلِهِ ، وَصَحْبِهِ ، أَجْمَعِينَ ، أَمَّا بَعْدُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَهُوا اتَّقُوا اللهَ ، وَقُوْلُوا قَوْلاً سَدِيْدًا ، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ ، وَ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ، وَ مَنْ يُتِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ ، فَقَدْ فَاذَ فَوْزًا عَزِيْمًا ، فَ قَلَى اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْعَزِيْزِ الْكَرِيْمِ ، أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ، بِسْمِ اللهِ الرَحْمَانِ الرَّحِيْمِ ، قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ، اللَّهُ الصَّمَدُ ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ،
وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ، صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمِ .
بِسْمِ اللهِ الرَحْمَانِ الرَّحِيْمِ ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ، اَللَّهُمَّ صَلِّى وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ آمين يَا الله يَا رَبَّ الْعَالَمِين ، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ ، لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ ، رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا ، الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ ، وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ آمَنُوا ، رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ ، اَللَّهُمَّ وَفِّقْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا ، لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ ، عَلَى طَاعَتِكَ ، وَاهْدِهِمْ سَوَاءَ السَّبِيْلِ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْهُمْ الْفِتَنَ ، مَاظَهَرَ مِنْهَا ، وَمَابَطَنَ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ، رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا ، وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ ، وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا ، رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ، وَلِوَالِدَيْنَا ، وَارْحَمْهُمَا ، كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً ، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
عِبَادَالله ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ ، وَاِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى ، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ ، وَسْتَغْفِرُوْهُ ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ ، حَيَّ نُقِيْمُ الصَّلاَةَ .

Minggu, 06 Agustus 2017

Lirik Indonesia Raya versi Asli


I N D O N E S I A R A J A
(ciptaan WR. Soepratman)

Indonesia Tanah Airkoe Tanah Toempah Darahkoe
Di sanalah Akoe Berdiri Djadi Pandoe Iboekoe
Indonesia Kebangsaankoe Bangsa Dan Tanah Airkoe
Marilah Kita Berseroe Indonesia Bersatoe

Hidoeplah Tanahkoe Hidoeplah Negrikoe
Bangsakoe Ra'jatkoe Sem'wanja
Bangoenlah Djiwanja Bangoenlah Badannja
Oentoek Indonesia Raja

Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Hidoeplah Indonesia Raja

Indonesia Tanah Jang Moelia Tanah Kita Jang Kaja
Di sanalah Akoe Berdiri Oentoek Slama-Lamanja
Indonesia Tanah Poesaka P'saka Kita Semoenja
Marilah Kita Mendo'a Indonesia Bahagia

Soeboerlah Tanahnja Soeboerlah Djiwanja
Bangsanja Ra'jatnja Sem'wanja
Sadarlah Hatinja Sadarlah Boedinja
Oentoek Indonesia Raja

Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Hidoeplah Indonesia Raja

Indonesia Tanah Jang Seotji Tanah Kita Jang Sakti
Di sanalah Akoe Berdiri 'Njaga Iboe Sedjati
Indonesia Tanah Berseri Tanah Jang Akoe Sajangi
Marilah Kita Berdjandji Indonesia Abadi

S'lamatlah Ra'jatnja S'lamatlah Poetranja
Poelaoenja Laoetnja Sem'wanja
Madjoelah Negrinja Madjoelah Pandoenja
Oentoek Indonesia Raja

Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Hidoeplah Indonesia Raja

Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Hidoeplah Indonesia Raja

Minggu, 16 Juli 2017

Buku Setoran Hafalan Juz 29-30 - Edisi Sekolah Kehidupan Al-Qomar





Alhamdulillah, di luar dugaan, Buku Setoran Hafalan Juz 'Amma yang pernah saya buat mendapat banyak respon positif. Kali ini atas permintaan Sekolah Kehidupan Al-Qomar saya menyusun kembali buku setoran hafalan al-Qur'an tersebut yang disesuaikan dengan program pendidikan di Sekolah Kehidupan Al-Qomar kab. Bandung. Kali ini target hafalannya dua juz, yaitu juz 29 dan juz 30 dengan urutan menghafal yang mundur yaitu dari surat An-Naas terlebih dahulu.

Dipersilakan bagi siapa saja yang ingin menggunakannya. Semoga bermanfaat. Saya publikasikan dengan harapan dapat menjadi amal jariyah bagi saya, aamiin ya Robbal 'alamin.

Berikut link downloadnya:
1. Buku Setoran Hafalan Juz 29-30 - Versi per Halaman
2. Buku Setoran Hafalan Juz 29-30 - Versi Print Booklet
3. Kartu Kontrol Hafalan Juz 29-30


Contoh cara menggunakan buku ini:



1.
Perhatikan baris pertama, misalkan pada kolom “Surat” tertulis An-Naas dan pada kolom “Ayat” tertulis 1, ini berarti kita akan menghafalkan surat An-Naas ayat 1.
2.
Kemudian santri membaca ayat tersebut dari al-Qur'an. Apabila bacaannya sudah baik maka pembimbing dapat memparaf pada kolom “Sorog Baca / Setor Baca”. Apabila membacanya belum baik, maka santri dibimbing terlebih dahulu sampai baik membacanya.
Bagi santri yang belum bisa membaca al-Qur'an pun bisa, yaitu dengan mnyorog ayat tersebut sampai hafal, yaitu pembimbing membacakan sedikit demi sedikit dan santri tersebut mengikutinya sampai lancar.
Dan bagi santri yang sudah mandiri dalam membaca al-Qur'an, kolom ini bisa dilewat dan langsung ke kolom selanjutnya.
3.
Setelah itu, santri kemudian membaca sendiri ayat tersebut sebanyak 20 kali dengan suara yang keras (bukan di dalam hati), semakin keras semakin bagus. Apabila hal ini telah dilakukan, maka diceklis/diparaf pada kolom “Baca 20 X”.
4.
Bagi santri yang sudah mandiri dalam membaca al-Qur'an, boleh terus ke baris berikutnya dulu. Misalkan dilanjutkan membaca surat an-Naas ayat 2 sebanyak 20 kali dan diceklis sendiri. Dan terus ke baris bawahnya. Dan setelah merasa cukup, santri tersebut dapat menyetor hafalannya.
Berbeda dengan santri yang belum mandiri dalam membaca al-Qur'an, santri tersebut harus setor terlebih dahulu sebaris demi sebaris. Setelah lulus baris tersebut baru boleh melanjutkan ke baris berikutnya.
5.
Santri kemudian menyetorkan hafalannya, penerima setoran memperhatikan dan menilai setoran hafalan santri tersebut.
Apabila hafalannya masih salah atau tidak hafal, maka santri tersebut diberi tiga kali kesempatan untuk memperbaiki. Apabila pada kesempatan yang ketiga masih salah, maka pembimbing memberitahukan kesalahannya dan membimbing lagi dalam membacanya sampai benar. Kemudian santri tersebut harus mengulang lagi membaca 20 kalinya.
Apabila hafalannya masih terbata-bata, tapi tamat, maka pembimbing dapat memberi paraf pada kolom “Sekedar Hafal”
Apabila hafalannya sudah lancar walau pun tajwidnya masih ada yang salah, maka pembimbing dapat memberi paraf pada kolom “Lancar”.
Apabila hafalannya sudah lancar dan sudah benar tajwidnya, maka pembimbing dapat memberi nilai pada kolom kolom “Tajwid”.
6.
Setelah penerima setoran menilai, maka diputuskan apakah satri tersebut lulus atau belum lulus. Kriteria kelulusan berbeda-beda tergantung kebijakan. Boleh ketat, sehingga nilai tajwidnya harus baik dulu baru lulus. Namun boleh juga berkebijakan yang penting sudah lancar sudah cukup. Biasanya hal seperti ini untuk santri-santri yang masih sangat kecil yang masih kesulitan untuk membaca bertajwid. Maka diluluskan walaupun masih belum bertajwid. Dan nanti suatu saat bisa melengkapinya.
7.
Apabila telah dinyatakan lulus, maka isi tanggal lulus dan beri paraf pada kolom “Lulus” sebagai tanda santri tersebut telah lulus dan boleh melanjutkan ke baris berikutnya.
8.
Kemudian yang lulus ke baris berikutnya mengikuti petunjuk yang sama seperti di atas.




Dan tentunya, sebagai manusia biasa, buku ini pastilah masih sangat banyak kekurangannya. Oleh karena itu saya mengharapkan masukan-masukannya agar buku ini (pada khususnya) dan saya pribadi (pada umumnya) bisa menjadi lebih baik lagi.