Ada empat tipe pelajar, yaitu:
1. Tipe Pembelajar
yang memang datang ke sekolah untuk belajar.
2. Tipe Turis
yang datang untuk bersenang-senang sehingga sering lupa
waktu dan tidak disiplin terhadap kehadiran.
3. Tipe Sandera
yang merasa amat terpaksa mengikuti pembelajaran, disuruh
orangtua/atasan, dan sebagainya sehingga kalau bisa ingin secepatnya meninggalkan ruang kelas dan masuk ke kelas belakangan.
4. Tipe Teroris
yang sangat mengganggu di kelas; tidak konsentrasi dan membuat gaduh, sehingga benar-benar menguji kesabaran dan ketegasan guru.
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 24 November 2021
Empat tipe pelajar
Minggu, 16 Juli 2017
Buku Setoran Hafalan Juz 29-30 - Edisi Sekolah Kehidupan Al-Qomar
Alhamdulillah, di luar dugaan, Buku Setoran Hafalan Juz 'Amma yang pernah saya buat mendapat banyak respon positif. Kali ini atas permintaan Sekolah Kehidupan Al-Qomar saya menyusun kembali buku setoran hafalan al-Qur'an tersebut yang disesuaikan dengan program pendidikan di Sekolah Kehidupan Al-Qomar kab. Bandung. Kali ini target hafalannya dua juz, yaitu juz 29 dan juz 30 dengan urutan menghafal yang mundur yaitu dari surat An-Naas terlebih dahulu.
Dipersilakan bagi siapa saja yang ingin menggunakannya. Semoga bermanfaat. Saya publikasikan dengan harapan dapat menjadi amal jariyah bagi saya, aamiin ya Robbal 'alamin.
Berikut link downloadnya:
1. Buku Setoran Hafalan Juz 29-30 - Versi per Halaman
2. Buku Setoran Hafalan Juz 29-30 - Versi Print Booklet
3. Kartu Kontrol Hafalan Juz 29-30
Contoh cara menggunakan buku ini:
1.
|
Perhatikan
baris pertama, misalkan pada kolom “Surat” tertulis An-Naas
dan pada kolom “Ayat” tertulis 1, ini berarti kita akan
menghafalkan surat An-Naas ayat 1.
|
2.
|
Kemudian
santri membaca ayat tersebut dari al-Qur'an. Apabila bacaannya
sudah baik maka pembimbing dapat memparaf pada kolom “Sorog Baca
/ Setor Baca”. Apabila membacanya belum baik, maka santri
dibimbing terlebih dahulu sampai baik membacanya.
Bagi
santri yang belum bisa membaca al-Qur'an pun bisa, yaitu dengan
mnyorog ayat tersebut sampai hafal, yaitu pembimbing membacakan
sedikit demi sedikit dan santri tersebut mengikutinya sampai
lancar.
Dan
bagi santri yang sudah mandiri dalam membaca al-Qur'an, kolom ini
bisa dilewat dan langsung ke kolom selanjutnya.
|
3.
|
Setelah
itu, santri kemudian membaca sendiri ayat tersebut sebanyak 20
kali dengan suara yang keras (bukan di dalam hati), semakin keras
semakin bagus. Apabila hal ini telah dilakukan, maka
diceklis/diparaf pada kolom “Baca 20 X”.
|
4.
|
Bagi
santri yang sudah mandiri dalam membaca al-Qur'an, boleh terus ke
baris berikutnya dulu. Misalkan dilanjutkan membaca surat an-Naas
ayat 2 sebanyak 20 kali dan diceklis sendiri. Dan terus ke baris
bawahnya. Dan setelah merasa cukup, santri tersebut dapat menyetor
hafalannya.
Berbeda
dengan santri yang belum mandiri dalam membaca al-Qur'an, santri
tersebut harus setor terlebih dahulu sebaris demi sebaris. Setelah
lulus baris tersebut baru boleh melanjutkan ke baris berikutnya.
|
5.
|
Santri
kemudian menyetorkan hafalannya, penerima setoran memperhatikan
dan menilai setoran hafalan santri tersebut.
Apabila
hafalannya masih salah atau tidak hafal, maka santri tersebut
diberi tiga kali kesempatan untuk memperbaiki. Apabila pada
kesempatan yang ketiga masih salah, maka pembimbing memberitahukan
kesalahannya dan membimbing lagi dalam membacanya sampai benar.
Kemudian santri tersebut harus mengulang lagi membaca 20 kalinya.
Apabila
hafalannya masih terbata-bata, tapi tamat, maka pembimbing dapat
memberi paraf pada kolom “Sekedar Hafal”
Apabila
hafalannya sudah lancar walau pun tajwidnya masih ada yang salah,
maka pembimbing dapat memberi paraf pada kolom “Lancar”.
Apabila
hafalannya sudah lancar dan sudah benar tajwidnya, maka pembimbing
dapat memberi nilai pada kolom kolom “Tajwid”.
|
6.
|
Setelah
penerima setoran menilai, maka diputuskan apakah satri tersebut
lulus atau belum lulus. Kriteria kelulusan berbeda-beda tergantung
kebijakan. Boleh ketat, sehingga nilai tajwidnya harus baik dulu
baru lulus. Namun boleh juga berkebijakan yang penting sudah
lancar sudah cukup. Biasanya hal seperti ini untuk santri-santri
yang masih sangat kecil yang masih kesulitan untuk membaca
bertajwid. Maka diluluskan walaupun masih belum bertajwid. Dan
nanti suatu saat bisa melengkapinya.
|
7.
|
Apabila
telah dinyatakan lulus, maka isi tanggal lulus dan beri paraf pada
kolom “Lulus” sebagai tanda santri tersebut telah lulus dan
boleh melanjutkan ke baris berikutnya.
|
8.
|
Kemudian
yang lulus ke baris berikutnya mengikuti petunjuk yang sama
seperti di atas.
|
Senin, 30 Mei 2016
Naskah Drama "Ibuku Buta Sebalah"
Link download PDF
Link download Source (ODT)
NASKAH DRAMA INI BEBAS DIGNAKAN DAN DIKEMBANGKAN KEMBALI SELAMA TETAP BERADA DI JALAN ALLOH..!!
Naskah Drama "Terimakasih Ayah"
Link Download PDF
Link Download Source (ODT)
NASKAH DRAMA INI BEBAS DIGUNAKAN DAN DIKEMBANGKAN KEMBALI SELAMA TETAP BERADA DI JALAN ALLOH...
Senin, 17 Februari 2014
Matan Safinah
Matan Safinah An-Najah. Kitab fiqih madzhab imam Syafi'i. Disusun dengan huruf cukup besar dan jarak antar baris yang cukup renggang agar memudahkan bagi para pemula yang ingin mengkaji dan ngelogatnya.
Senin, 28 Oktober 2013
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Alhamdulillah, di luar dugaan, Buku Setoran Hafalan Juz 'Amma yang pernah saya buat mendapat banyak respon positif. Kali ini atas...
-
Berikut ini adalah buku setoran hafalan juz 'Amma yang saya susun untuk memudahkan dalam menghafal dan mengajar hafalan Juz 'Amma. ...
-
Drama Kabaret Islami terbaruku yang berjudul "Cincau Itok dan Iting". Berkisah tentang perjuangan dua orang anak kampung yang mis...